
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1975/01/11/TER/mbm.19750111.TER66127.id.html
Berikut ini daftar
WALIKOTA Jakarta Pusat Edy Djadjang Djajaatmadja, mewakili Gubernur Ali Sadikin yang belum pulang dari tanah,suci, tanggal 31 Desember kemarin menutup Pesta Seni 1974 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (11---30 Desember). Bersama dengan itu diumumkan para pemenang babak final Festival Teater Remaja ke-11 DKI Jakarta yang sudah berlangsung 15 hari. Pada bulan September dulu Festival ini telah menyelesaikan babak seleksinya, yang diikuti lebih 130 grup di seluruh Gelanggang Remaja. Sedang pengikut babak final bulan Desember kemarin, bertanding di Teater Arena dan Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki, berjumlah 29 grup (dengan catatan sebuah grup mengundurkan diri) dengan perincian 5 grup dari Jakarta Selatan, 5 grup (satu mundur) dari Jakarta Utara, 4 dari Jakarta Timur, 4 dari Jakarta Barat dan 11 dari Jakarta Pusat.
Seperti juga tahun lalu, para finalis kali ini diwajibkan memilih salah-satu dari naskah-naskah pemenang Sayembara Penulisan Lakon Dewan Kesenian Jakarta 1974. Hasilnya 9 grup memilih Dag Dig Dug karya Putu Wijaya, 2 grup memilih Anu Putu Wijaya, 6 grup dengan Jaka Tarub Akhudiat, 2 grup untuk Perjalanan Kehilangan Noorca Marendra, 4 grup untuk Rumah Tak Beratap Akhudiat dan 6 grup (satu mundur) memilih Malam Semakin Kelam N. Riantiarno.
Dewan Juri, terdiri dari Pramana Pmd, Taufiq Ismail, Rudjito, Ikranagara dan Syu`bah Asa, memutuskan grup-grup yang berhak mendapat fasilitas pembinaan dari Dewan Kesenian Jakarta sebagai berikut:
1. Pusat Teater Jakarta, Jakarta Pusat, pementasan Jaka Tarub: grup terbaik I.
2. Teater Katara (Karang Taruna Rawabadak), Jakarta Utara, pementasan Jaka Tarub: grup terbaik II, sutradara terbaik I & penata artistik terbaik II (Eddy de Rounde), pemain pembantu pria terbaik III (Adrie Rantung).
3. Sanggar Teater Jakarta, Jakarta-Timur, pementasan Jaka Tarub: grub terbaik III, sutradara terbaik II (Sudibyanto), penata artistik terbaik III (Pawang Atma).
4. Teater IGMKP(Ikatan Generasi Muda Kramat Pulo), Jakarta Pusat, pementasan Jaka Tarub: grup terbaik III, pernain utama pria terbaik II (Umar Yacob).
5. Teater Remaja Jakarta, Jakarta Pusat, pementasan Malam Semakin Kelam: sutradara terbaik III (Aldisar Syafar), penata artistik terbaik I (Dian-Utari), pemain utama wanita terbaik I (Srie Husin), pemain pembantu wanita terbaik II (Rini Reno Rantih):
6. Teater Ibukota, Jakarta Barat, pementasan Anu: sutradara terbaik III (Abdi Wiyono), pernain utama pria terbaik I (M. Abud), pemain pembantu pria terbaik I (Abdi Wiyono).
7. Teater Polonia, Jakarta Timur, pementasan Rumah Tak Beratap: pemain pembantu pria terbaik I (Christofel Edward Sambuaga).
8. Lisendra RIC, Jakarta Pusat, pementasan Dag Dig Dug: pemain utama wanita terbaik III (
9. Teater Kail, Jakarta Selatan, pementasan Dag Dig Dug.
10. Road Teater, Jakarta Barat, pementasan Perialanan Kehilangan: pemain utama wanita terbaik II (Wiet Angle), pemain utama pria terbaik III (Yustin Hesa).
Di samping itu masih terdapat para pernain terbaik dari grup-grup yang kali ini tidak berhasil menang:
1. Ny. Rumtani, Teater Sunda Kelapa. Jakarta Utara, pementasan Rumah Tak Beratap: pemain pembantu wanita terbaik
2. Yohanes, Teater, Sunda Kelapa, idem, pemain pembantu pria terbaik III.
3. Renny Djajusman, Teater Bulungan. Jakarta Selatan, pementasan Dag Dig Dug: pemain pembantu wanita terbaik III.
4. Torro Margens, Sanggar Prakarya, pementasan Malam Semakin Kelam: pernain pembantu pria terbaik II.
5. Zainal AM, Teater Baracuda, Jakarta Utara, pementasan Malam Semakin Kelam: pemain pembantu pria terbaik II.
Kiriman Koleksi : Odi Shalahuddin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar