BILA CINTA TAK SAMPAI

BILA CINTA TAK SAMPAI
sett dekor luncur BCTS

Senin, 26 Juli 2010

Catatan Kaki : Pengakuan 1

Sutarno SK

Teater adalah kehidupan itu sendiri, itu adalah sebuah pemikiran. Yang bisa dijadikan sebagai profesi adalah di bidang seni teater, seperti seni seni yang lain para pelakunya bisa berhasil dari segi materi mau pun nama yang menjulang ngetop
....

Teater sebagai kehidupan yang menampung corak ragam karakter moral manusia yang hitam mau pun yang putih, sedemikian pula adanya eksistensi teater itu sendiri hanya sebuah media yang tidak menjanjikan dan menuntut apa-apa. Terserah manusianya mau mengabdi atau menghianatinya.

Seni teater dengan seabrek ilmu, berdampak positif bagi si penggiat yang mempunyai pemikiran positif, dan bisa berdampak negatif bagi penggiat yang berpikiran negatif.

Satu hal lagi bahwa hanya seni teater yang mempunyai unsur oto kritik didalamnya. Keritikan yang hadir dari seni teater bagi sang penggiat teater itu sendiri. Jadi, kalau ada penggiat teater yang frustasi karena merasa tidak mendapatkan apa-apa bahkan materi dari berteternya, yang salah adalah sang penggiat itu sendiri.

Cobalah, sebab sesungguhnya seni teater syarat dengan ilmu.. Biasanya yang namanya ilma adalah "sesuatu", sebuah jalan, bisa di jual dan akan menghasilkan uang atau materi duniawi, kalau sang empunya ilma tersebut mengerti dan bisa tahu kemana menjualnya.
Kapada teman-teman penggiat seni teater, ada latihan khusus untuk kita tidak frustasi dan stres didalam mengerjakan kesenian teater.

Catatan saya, sekali lagi, kegiatan apa saja tak pernah menjanjikan apa-apa kepada penggiatnya.. Sang penggiatnya lah, senimannya lah, sang kreator itu sendirilah yang harus pandai menjual kemana karyanya itu di jual, kalau kita butuh uang.. Maaf ini bukan menggurui, ini sebuah pengalaman nyata yang saya dapatkan dari pergelutan saya selama 39 tahun di dalam dunia teater..

Satu cara, untuk memancing pemikiran kita agar lebih maju ke depan. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar