BILA CINTA TAK SAMPAI

BILA CINTA TAK SAMPAI
sett dekor luncur BCTS

Senin, 12 Juli 2010

like a kew

*Kenapa ada istilah anak jalanan, karena adanya di jalanan.Dan di pinggir jalan berkeliaran anak-anak bangsa Indonesia dari usia 6 th sampai usia 14 th, di atasnya tentu sudah dikategorikan sebagai usia remaja. Mereka hidup dengan berbagai profesi. Kenapa sampai demikian ? Ini akibat dari para penyelenggara negara yang tidak melihat mereka atau pura-pura tidak melihat. Padahal pemandangan dan kenyataan itu adalah juga merupakan aib dari sebuah tatanan Sosial sebuah pemerintahan..
11 April jam 17:49

Edo Bali
Salam mas ! mari berhenti menyalahkan , Kita Harus Mengemban Peran Kita Masing-Masing Dalam Kehidupan ini . Dalam hutan ada dua jalan. kita mengambil jalan yang paling jarang dipakai. Itulah bedanya...Kita harus menghormati kehidupan. Hidup manusia harus dibela sejak pembuahan sampai dengan kematian alami. Ikutilah perkembangan dunia dan berjuanglah di garis depan .Stop! Lihat dan dengarkanlah, Bukalah indera dan perhatikanlah. Pakailah bakat-bakat yang dianugerahkan kepada kita untuk mengenal dan mengambil keputusan.Sadarkanlah diri sendiri dan orang lain ! Tq
11 April jam 19:16 ·

Sutarno Sk
Saya tidak mau berhenti menyalahkan yang salah. Kalau saya berhenti menyalahkan yang salah, berarti saya membiarkan orang lain berbuat kesalahan. Justru saya menyalahkan yang salah supaya untuk kedepan, semoga tidak lagi berbuat kesalahan , begitu. 11 April jam 19:41

Edo Bali
Ok , setuju ! Hidup adalah perbuatan ^.^ 11 April jam 20:33 ·

*Konon sudah banyak tenaga dan dana yang di keluarkan dari dalam dan luar negri, tapi mengapa mereka masih tetap berada di tempatnya, yaitu di jalanan. Tapi kalau sebuah projek jembatan, mall atau apa kok bisa segera selesai tuntas, ada 'dana'nya. Tapi ini, problem kemanusiaan, mengapa tidak bisa tuntas segera, tapi justru terpelihara untuk dijadikan projek kemanusiaan sepanjang masa? Apa begitu? 11 April jam 18:43

Bahril Hidayat Lubis
Karena mereka engga manusia lagi, hati yang bikin proyek itu sudah jadi batu dan mengeras seperti baja jembatan, mas Sutarno. hiks.. 11 April jam 18:45

*Kalau demikian, mereka, anak-anak jalanan adalah para pejuang yang sudah mensejahterakan kaum intelektualnya. Ini paradigma terbalik namanya. Padahal justru anak jalanan yang memerlukan perhatian, kepedulian dari lingkungan serta kaum intelektual. Tapi apa pun alasannya, pada usia merekalah mereka ingin merasakan hidup yang lebih layak seperti teman mereka yang hidup serba berkecukupan. Maka siapapun yang menghisap darah meraka, adalah BIADAB adanya !!!
11 April jam 19:05 ·

Budhi Sudjatmoko
Kasihan ya.. sudah diperah susunya... dihisap darahnya.. tulangnya pun dijadikan sop politik..
eleuh eleuh... 11 April jam 19:35 ·

Sindu Gutomo
Mesti ada perubahan mendasar dari bangsa ini. Mungkiiiinn, REVOLUSI. Itu cuma kemungkinan pak.
11 April jam 21:40 ·

Sutarno Sk
hhehehe.. itu emang ciri anak muda maunya buru-buru, O, tapi revolusi tanpa mengeluarkan darah dan tanpa menghilangkan nyawa kan ?.. Kalau begitu saya setuju.. 11 April jam 22:42 ·

Soe Hok Gie
"STOP MARJINALISASI BANGSA" , MUNGKIN KITA SALAH DAHULUNYA MENGUBAH IDEOLOGI NEGARA MENJADI IDEOLOGI PANCASILA, MUNGKIN KEMISKINAN, KEBODOHAN, DAN KEKEJAMAN SERAGAM TIDAK AKAN TERJADI BILA IDEOLOGI NEGARA KITA MASIH MENGANUT IDEOLOGI KOMUNIS, NASIONALIS DAN ISLAM. 12 April jam 17:43


lorong keberuntungan

*Sekali lagi jangan pakai kekerasan.. yang namanya orangnya pemerintah pasti kuat, dan rakyat pasti lemah tak punya kekuatan atau senjata.. tapi kalau yang namanya rakyat sudah marah apa nggak ingat peristiwa 65,apa nggak ingat peristiwa 98, apa nggak ingat peristiwa 45 ?.. apa lagi kekerasan itu datangnya dari Polisi P...among Praja, bagaimana bisa jadi Polisi Pamong Praja, arti namanya saja nggak tau..Payah !!!!
Lihat Selengkapnya
15 April jam 6:21 ·

Memang benar Polisi Pamong Peraja itu juga rakyat, tapi kita kan masih nggak mau perang bratayuda kan.. Yang lebih berwenang hendaknya segara mengambil tindakan untuk klarifikasi masalahnya.. Semua nya harus dipelajari dari Psikologi Sosialnya, kenapa kok masa sampai brutal ?.. Kenapa kok Polisi Pamong Praja sampai bri...ngas kepada yang di pamonginya (yg dilindunginya), Kenapa ?!!!
Lihat Selengkapnya
15 April jam 6:30 ·

Kalau sudah begini kemana masa (rakyat ) akan mencari keadilan.. Rasa-rasanya rakyat semakin tidak mempunyai perlindungan hukum, kalau semua prilaku hukumnya siap ganas dan bringas kepada rakyat.. Kalau menurut saya semua aparat negara memeng harus di kasih Penataran, Workshop, seminar tentang kesenian dan di wajibkan ...untuk berteater, biar mempunyai budi dan bahasa yang halus dan indah menghadapi rakyat..
Lihat Selengkapnya
15 April jam 6:37 ·

Adang Bokin
rakyat juga harus patuh hukum, kalau sudah ada putusan pengadilan, jgn lantas melawan dgn mengerahkan sentimen masa.....
15 April jam 6:51 ·

Silah Al Khoshy
saya kira hati nurani lah yang smakin tak sejati pada setiap kita.
15 April jam 8:22 ·

Nani Tandjung Full
kalau menurut saya semua, semua, semua. MEMANG APA BEDANYA APARAT DAN BUKAN APARAT? APA BEDA APARAT DAN RAKYAT? kita sama-sama rakyat yang terdaftar di satu NAGARI. persoalan kau suamiku, aku istrimu, dan ada anak2 kita, itu telah kita sepakati bersama dalam AKAD NIKAH kita dulu, bahwa KITA MEMPUNYAI KEWAJIBAN YANG HARUS DIPERTANGGUNG JAWABKAN DAN kita mempunyai HAK KITA MASING-MASING. Kalau sekarang rumah tangga kita yang bernama INDONESIA ini, yang menjadi MISTERI YANG TAK MISTERI lagi ini, yang macam kapal pecah awak karam, itu memang harus diniati. Mari. Mari kita duduk bersama lagi. Kita bicarakan. Lagi2, kita harus membentuk team kerja juga, siapa yang membersihkan kamar 1, 2, 3 dan seterusnya, agar segera rapih. Puising aku melihat, darah mengotori rumah ini, siapa punya kerja ini hah? itu, dapur, kotor, asap kayu yang dibakar itupun, siapa punya gawean? akh, enerji kita semua hampir habis, mata kita nyaris segaris, hati kita teriris-iris, miris, jangan, jangan menangis, mari kita makan bubur sum-sum manis, agar kita jadi kuat dan sanggup menangkis segala racun yang coba mengikis keimanan kita yang pancasilais.. 15 April jam 15:26 ·

Adang Bokin
setuju dengan Nani Tanjung; yang beringas dan anarkis ada potensi di semua orang, kaya-miskin, pintar-bodoh, pejabat-rakyat, dll. Kalau darah sudah mengucur, semua sama, makhluk ciptaan Tuhan......tetap aja tragedi kemanusiaan. 15 April jam 16:05 ·




Oce Ardiwinangun Mas Tarno............apa kabar........jaga kesehatanmu, jangan marah2 terus sama satpol PP, mereka itu robot engga punya hati nurani, yang harus kau marahi Pemda DKI yaitu Poke, kerjanya kalau rapat ngelucu aja, nutupin kelemahannya, dia paling takut sama seniman.
16 April jam 9:32 ·

Sutarno Sk
Teater Kail
Bekasi, ! Juli 2010





Tidak ada komentar:

Posting Komentar